Kamis, 30 Januari 2014

PEMINUM ALKOHOL BERISIKO TERKENA KANKER KULIT HINGGA 55 PERSEN

Peminum alkohol patut waspada dengan kesehatan kulitnya. Menurut penelitian terbaru, mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin bisa meningkatkan risiko terkena melanoma, salah satu jenis kanker kulit ganas.

Orang yang minum alkohol satu gelas sehari, risikonya 10 persen lebih tinggi menderita kanker kulit dibandingkan mereka yang hanya minum sesekali. Misalnya pada saat pesta saja atau jamuan meeting dengan klien.


Sementara peminum yang mengonsumsi alkohol tiga gelas dalam sehari, risikonya bisa lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 18 persen. Penelitian tersebut mencatat, semakin banyak jumlah konsumsi alkohol per harinya maka risiko terkena melanoma juga makin bertambah.

Pada peminum yang mengonsumsi sedikitnya empat gelas sehari, risikonya lebih tinggi hingga 55 persen. Satu gelas dihitung mengandung 12,5 gram alkohol baik pada segelas wine maupun pada setengah liter bir.
Konsumsi alkohol bisa meningkatkan risiko kanker kulit, karena membuat orang jadi lebih ceroboh saat melindungi dirinya (terutama kulit) dari paparan sinar matahari (akibat mabuk). Alkohol juga menyebabkan perubahan biologis yang membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya dan memperburuk efek negatif dari paparan sinar ultraviolet.

Penjelasan pasti bagaimana konsumsi alkohol bisa meningkatkan perkembangan sel kanker kulit belum sepenuhnya dimengerti, namun para peneliti yakin kandungan ethanol pada alkohol yang berubah menjadi senyawa kimia acetaldehyde setelah diminum jadi salah satu pemicunya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, acetaldehyde bisa bereaksi seperti 'photosensitiser', yaitu membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya. Photosensitiser akan menghasilkan molekul yang disebut 'reactive oxygen species' yang merusak sel-sel, sehingga menyebabkan kanker kulit.

"Ditambah efek buruk sinar UV, meminum alkohol bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi sistem imun yang normal. Kondisi ini bisa memicu kerusakan sel yang lebih besar dan menyebabkan terbentuknya sel-sel kanker kulit. Studi ini bertujuan mengetahui sejauh mana konsumsi alkohol bisa meningkatkan risiko melanoma. Kami harap dengan mengetahui fakta ini, orang akan lebih waspada melindungi dirinya dari matahari," papar Dr Eva Negri yang menulis penelitian tersebut.

Professor Chris Bunker, presiden British Association of Dermatologist menambahkan, kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada masyarakat Eropa terutama Inggris. Dan melanoma, merupakan jenis kanker kulit paling mematikan.

"Kami selalu memperingatkan orang untuk berhati-hati terhadap sinar matahari dan menjaga kulit mereka. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan kewaspadaan mereka akan kanker kulit bertambah," ujarnya.


http://wolipop.detik.com/read/2014/01/29/170920/2482309/1135/peminum-alkohol-berisiko-terkena-kanker-kulit-hingga-55-persen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar