Setelah memutuskan untuk mengambil pensiun, ayahku melakukan berbagai aktifitas untuk melepaskan rasa jenuh dan mengisi waktu. Namun, usaha dan hobinya yang satu ini memang ia tekuni sedari ia masih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan BUMN.
Semua dimulai dari sebuah sawah yang ayahku beli dari seseorang di belakang komplek tempat kami tinggal. Beberapa tahun, sawah itu masih berfungsi sebagaimana sawah seperti biasanya, ayahku menanam padi, namun adakalanya ia juga menanam berbagai sayuran dan buah-buahan, sampai pada satu waktu ia bertemu salah satu tetangga kami yang kebetulan seseorang yang ahli di bidang perikanan.
Ayahku yang juga kebetulan suka dengan ikan, dengan sigap menanggapi obrolan mereka membicarakan mengenai peternakan ikan dan ada sebuah perguruan tinggi negeri di daerah Bogor yang membutuhkan tempat untuk penelitian, yaitu membuat sebuah kolam ikan. Ya, tentu saja ayahku langsung setuju.
![]() |
| Suasana kolam ikan |
Selang beberapa tahun, usaha ayahku belum mengalami kemajuan, karena memang ia belum memantapkan diri sebagai pengusaha ikan, artinya hal ini ia jalankan sebagai hobi saja. Namun, pada akhirnya karena dorongan ekonomi dan tidak adanya kegiatan rutin, maka ayahku memutuskan dan memantapkan diri sebagai Petani Ikan.
Beberapa bulan sekali ia membeli benih ikan, kali ini ia ingin konsentrasi kepada satu jenis ikan dulu yaitu ikan Lele.
Setiap hari, selama 3 kali ayahku selalu memberikan makan ikan, bahkan dimulai dari pagi hari sampai dengan malam hari.
Akhirnya panen telah tiba....
![]() |
| Panen ikan Lele |
![]() |
| Ayahku turun tangan langsung memanen ikan lele |
![]() |
| Hasilnya sangat memuaskan |






